🧑‍💼 Identitas Penulis
|
Izzatul Alifah Sifai, S.KM., M.PH Dosen Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro Sinta ID: 6831295 |
|
Puput Nur Fajri, S.KM (Video Developer) Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro |
“Penyakit akibat kerja masih menjadi tantangan serius dalam kesehatan kerja, khususnya pada industri berbasis pembakaran batu bara. Paparan Debu—partikel halus yang mengandung logam berat berbahaya—dapat menyebabkan gangguan paru-paru hingga penyakit sistemik bila terhirup secara berulang dalam jangka panjang. Video ini membahas area kerja berisiko tinggi, dampak kesehatan yang dapat timbul, serta langkah-langkah pencegahan penting seperti pengendalian ventilasi, penggunaan alat pelindung diri, dan pemeriksaan kesehatan rutin. Pencegahan dan perlindungan pekerja adalah kunci untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat. ”
Silakan tonton video berikut hingga selesai agar Anda mendapatkan pemahaman yang lebih dengan judul "Risiko Kesehatan Pekerja Akibat Paparan Debu Industri"
*Jika video tidak tampil, mohon muat ulang halaman atau periksa koneksi internet Anda.*
Risiko Kesehatan Pekerja Akibat Paparan Debu Industri
Halo teman-teman, semoga kalian sehat. Perkenalkan, saya Izzatul Alifah Sifai, dosen Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Dian Nuswantoro. Pada kesempatan ini saya mengajak Anda melihat sisi lain dari industri yang sering kita anggap biasa, yaitu risiko kesehatan pekerja akibat paparan debu industri, khususnya Debu dari pembakaran batu bara.
Bahaya Debu bagi Kesehatan
Penyakit akibat kerja dapat muncul karena paparan bahaya di tempat kerja, salah satunya penyakit paru-paru akibat debu industri. Debu merupakan partikel halus dari pembakaran batu bara yang mengandung logam berat berbahaya seperti timbal, arsenik, kromium, dan kadmium.
Area Kerja Berisiko Tinggi
- Ruang pembakaran batu bara
- Area silo penyimpanan abu
- Jalur transportasi debu
- Area pengolahan limbah debu
Bayangkan seorang pekerja yang setiap hari berada di area ini dengan suasana panas, bising mesin, dan partikel halus beterbangan di udara. Awalnya hanya batuk kecil, namun lama-kelamaan napas terasa berat, dada sesak, hingga fungsi paru menurun. Paparan berulang dapat memicu peradangan kronis, kerusakan sel paru, bahkan kanker paru. Logam berat juga bisa masuk ke aliran darah dan memengaruhi sistem saraf, ginjal, serta tekanan darah.
Kondisi yang Memperburuk Risiko
- Ventilasi buruk atau area tertutup
- Kurangnya penggunaan alat pelindung diri
- Paparan berulang setiap hari dalam jangka panjang
- Sistem pengendalian debu yang kurang optimal
Langkah Pencegahan
1. Ventilasi yang baik: pemasangan sistem ventilasi mekanis atau exhaust fan serta desain area kerja terbuka atau semi-terbuka untuk meningkatkan sirkulasi udara.
2. Penggunaan APD yang tepat: respirator N95 atau lebih tinggi, sarung tangan tahan kimia, kacamata pelindung, pakaian kerja tertutup, dan sepatu safety.
3. Pemeriksaan kesehatan rutin: pemeriksaan paru seperti spirometri, tes darah untuk mendeteksi logam berat, serta medical check-up berkala untuk deteksi dini penyakit akibat kerja.
Di balik kemajuan industri, terdapat tanggung jawab besar untuk menjaga kesehatan pekerja. Debu mungkin tak terlihat, tetapi dampaknya nyata. Sebagai insan kesehatan masyarakat, kita memiliki peran penting melalui edukasi, advokasi, pemantauan lingkungan kerja, dan penerapan K3 untuk melindungi para pekerja sebagai tulang punggung energi negeri ini. Terima kasih. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Author : Izzatul Alifah Sifai, S.KM., M.PH
Video Developer : Puput Nur Fajri, S.KM







Add comment